//Lempuyang Temple, Enam Suaka Dunia
Lempuyang Temple, Enam Suaka Dunia

Lempuyang Temple, Enam Suaka Dunia

Pura Lempuyang Bali tempat yang tidak asing lagi di sosial media, karena sudah menjadi Background favorit yang tersebar di seluruh dunia. Ternyata Lempuyang Temple ini salah satu Pura tertua dan paling dihormati di Bali, bahkan wisatawan pun menyebutnya sebagai “Pura Gerbang Surga”. Sebutan tersebut tidak hanya sekedar nama, tentu ada kosmologi yang tersebar di masyarakat Bali. Jadi coba mengusik sedikit sejarah Lempuyang Temple.

Lempuyang Temple, Enam Suaka Dunia
(Lempuyang Temple-Mlaku2men)

Lempuyang Temple, Sense Of Place

Pura Lempuyang berada di Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Bali. Lebih tepatnya berada di ujung Pantai Timur Bali, dan uniknya bangunan Pura dibuat menghadap langsung ke arah Gunung Agung yang sudah menjadi kepercayaan masyarakat Bali. Pura Lempuyang ini dianggap sebagai “Enam Suaka Dunia” berarti enam tempat peribadahan paling suci di Bali.

Pura Lempuyang memiliki ciri khas yakni terdapat Gerbang Putih Candi Bentar yang menjulang tinggi, tiga tangga naga dan tiga gerbang kori Agung. Menurut Tour Guide Pura Lempuyang, komplek candi di karangasem ini didedikasikan untuk Ida Batara Hyang Iswara (Dewa Penjaga Timur). Seperti yang dikatakan Tuan Yi Fu (1974), bahwa ruang – ruang tersebut dibangun dan diciptakan yang mewakili Sense Of Place. Keterikatan emosional masyarakat Bali dengan Lempuyang Temple ini menimbulkan rasa, keakraban, kedekatan dan afeksi. Maka Masyarakat Hindu Bali diwajibkan minimal sekali selama hidupnya untuk bisa sembahyang di Pura Lempuyang Luhur.

Jika berbicara Sense Of Place, Pura Lempuyangan ini sebenarnya menggambarkan pada kepribadian dan natural endowment. Yang mana, ketika ingatan itu muncul melalui perspektif humanistic terhadap suatu tempat ada rasa kerinduan pada Pura Lempuyangan misalnya. Dengan keberadaan geografis Lempuyang Temple, tentu ada hubungan makrokosmos dan mikrokosmos yang hanya di pahami oleh masyarakat Hindu Bali. Dari asal nama saja sudah menggambarkan Sense Of Place itu sendiri, Dalam buku terbitan Dinas Kebudayaan Bali (1998) berjudul “Lempuyang Luhur” mengatakan Lempuyang berasal dari kata “Lampu” yang artinya sinar atau “Hyang”. dari kata Lempuyang diartikan sebagai sinar suci Tuhan yang terang benderang. Ada informasi berdasarkan dari angkasa luar, di ujung timur pulau Bali muncul sinar yang amat terang. Paling terang dibandingkan dengan lannya yang diduga dari Gunung Lempuyang.

Lempuyang Temple, Gates Of Heaven

Kata Gates Of heaven menjadi trending karena menjadi pembahasan di media sosial salah satunya platform Instagram. Untuk menikmati Gates Of Heaven ada waktu tertentu yaitu Pagi Hari dan itu akan menjadi waktu tersibuk karena pasti ramai. Jika ingin menghindari keramaian ketika matahari terbenam karena sebagian para pelancong akan pulang. Tapi karena masa pandemi, tempat ini jarang dikunjungi oleh wisatawan dan harga tiket domestik sebesar Rp. 50.000/org. Dengan bantuan Fotografer, seakan hasil fotonya cermin gerbang ke surga dan senang membantu anda.

Pura Lempuyangan ini dibuka selama 24 jam, untuk mencapai lokasi ini biasanya wisatawan membawa kendaraan pribadi atau menyewa kendaraan. Ketika anda sampai puncak tangga, akan disambut oleh Pria Lokal di halaman Pura Lempuyang untuk memercikkan air ke dahi anda sebagai berkah sebelum memasuki kuil terbuka.

loading…