//Mengenal Konsep Kekuasaan Kultur Jawa
Kekuasaan Kultur Jawa

Mengenal Konsep Kekuasaan Kultur Jawa

Dalam konsepsi Barat, Kekuasaan merupakan gejala yang khas antarmanusia. Sementara itu, menurut konsepsi Jawa, kekuasaan adalah sesuatu yang sama sekali berbeda. Dalam pengertian kultur Jawa, kekuasaan adalah konkret dan tidak mempersoalkan legitimasi. Menurut konsep Barat, sumber-sumber kekuasaan itu bersifat heterogen. Sebaliknya, menurut konsep Jawa, kekuasaan pada hakikatnya bersifat homogen. Perbedaan yang lain adalah dalam konsep Barat penumpukkan kekuasaan tidak memiliki batasan inheren. Kekuasaan pada dasarnya tak terbatas karena sumber kekuasaan seperti senjata, kekayaan, organisasi, dan teknologi pada dasarnya juga dapat terakumulasi secara tak terbatas. Dalam hal ini, konsep kekuasaan dikondisikan secara langsung oleh percepatan perkembangan teknologi modern. Sementara itu, menurut konsep Jawa, besarnya kekuasaan di dalam semesta adalah konstan. Karena, kekuasaan semata ada bukan merupakan produk dari organisasi, kekayaan, persenjataan, atau apa pun yang lain.

Dalam budaya Jawa diyakini ada semacam dualitas dalam berbagai dimensi hidup ini; di mana selalu ada pemisah yang fundamental antara kiri dan kanan, tua dan muda, Kurawa dan Pandawa. Dalam konsep dualitas itu pula agak pas jika konsep androgini diterapkan ke dalam budaya Jawa.

         Kekuasaan kultur jawa itu diyakini bahwa itu merupakan wahyu yang diturunkan oleh Tuhan yang berhubungan dengan mikrokosmosnya orang jawa. Ibaratnya ini sebuah anugerah dan sebuah amanah untuk dijalankan oleh orang jawa khususnya. Idealnya kepimpiman orang jawa itu selaras dengan intelektual, emosional, dan spiritualnya. Orang jawa sangat kental dengan jiwa spiritualnya, bukan karena pintar dan menahan emosi secara keseluruhan tetapi keimanan yang menjawab itu semuanya. Menuju pada manunggaling kawula gusti, yang merupakan tujuan utama pandangan kebatinan orang Jawa. Dengan begitu, kekuasaan jawa ini bersifat konkret karena orang itu memiliki kesakten (kesaktian) dan kekuatan pada dirinya. Ini yang membuat orang jawa percaya akan seorang kepimpinan yang memiliki kekuatan untuk menjaga dirinya sendiri dan rakyatnya.

loading…