//Mentawai Tattoo Revival Film, Budaya bertato
mentawai tattoo revival

Mentawai Tattoo Revival Film, Budaya bertato

Budaya merupakan suatu cara hidup yang berkembang, dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang, dan diwariskan secara turun temurun sesuai dengan kepercayaannya. Jika berbicara tentang budaya tentu bisa dibilang secara abstrak, luas dan kompleks. Hal ini dikarenakan menyangkut pada kebiasaan dan kegiatan sosial di lingkungan masyarakatnya. Mencoba dan mengulik kebiasaan budaya Indonesia yang terekam oleh kamera dan dijadikan sebagai film dokumenter yang berjudul Mentawai Tattoo Revival.

Mentawai Tattoo Revival- Mlaku2men


Review film Mentawai Tattoo Revival

Film Dokumenter yang berjudul “Mentawai Tattoo Revival” yang berdurasi 31.49 menit ini menjelaskan tentang salah satu suku tradisional di mentawai tepatnya berada di desa matotonan yang menceritakan budaya tentang berburu dan berladang dalam penghidupan sehari – hari. Tidak hanya itu juga menceritakan kebudayaan bertato di seluruh tubuhnya. Kebiasaan bertato ini merupakan proses masyarakat guna memenuhi kebutuhan spiritual. Kebiasaan bertato ini sudah menjadi peninggalan leluhur. Namun, saat permintaan atas dari Rapat Tiga Agama pada masa pemerintahan Ir. Soekarno dibuat SK No. 167/Promosi/1954 yang memerintahkan agar masyarakat mentawai meninggalkan Arat Sabulungan dan memilih agama yang diakui oleh pemerintah.


Kebudayaan Mentawai Tattoo Revival

Aman Alangi Kuneu adalah satu dari banyak sikerei yang ada di desa matotonan. Sikerei adalah sebutan ketua adat dan seorang tabib dalam tradisi budaya mentawai. Sikerei menjadi panutan dan harus mampu menyembuhkan berbagai penyakit, selain itu juga sekerei dalam agama arat sabulungan menjadi perantara manusia dengan roh – roh alam sekitar. Dalam kebudayaan mentawai yang bernama “Titi” atau tattoo mentawai itu menjadi sangat penting. Karena Titi berhubungan langsung dengan agama arat sabulungan, tidak hanya itu Titi atau tato mentawai tersebut juga sebagai identitas dari mana mereka berasal, profesi mereka, jadi wajib bagi mereka sikerei termasuk istrinya untuk melengkapi tattoo diseluruh tubuh mereka. Kebudayaan mentawai ini sangat kental dengan bertato karena sudah mencapai tradisi yang tidak bisa dihilangkan karena itu sudah menjadi kesepakatan bersama oleh masyarakat mentawai.

Bentuk Mentawai Tattoo Revival

Kebudayaan bertato di mentawai ini hanya dilakukan oleh sikerei dan istrinya. Namun, tidak semua atau belum bertato sikerei dan istrinya yang diakibatkan karena sulit menemui Sipatiti atau pembuat tattoo. Secara umum terdapat 6 macam motif standard Titi (Tatto) Mentawai pada tubuh laki – laki dan perempuan. Yang masing – masing motifnya pada tiap – tiap bagian tubuhnya mempresentasikan simbol – simbol penghormatan terhadap roh roh dan kepercayaan Arat sabulungan. Serapak abak merupakan pertama kali motif yang dibuat di bagian punggung melambangkan keseimbangan dengan alam. Untuk serapak abak ini awalnya diambil dari sebuah Cadik atau penyeimbang sebuah perahu. Bermula dalam suku mentawai mereka menggunakan perahu sebagai alat transportasi dalam kehidupannya. Kemudian pada motif tato mentawai bagian depan di bagian pusar sampai dada lalu leher dan kedua belah disebut Durkat dengan melambangkan pohon dan ranting – ranting dan batang – batang pohon sagu tetapi secara keseluruhan juga melambangkan jaraik yaitu sebuah simbol ukiran pada kayu yang dibuat secara khusus dan ditempatkan di sebuah rumah untuk menangkal roh – roh jahat dan mengundang roh – roh baik. Sedangkan tattoo mentawai bagian lengan disebut paepae sikoenanan yang membagikan sebagai akar buaya, karena buaya dianggap sebagai makhluk yang disakralkan dalam kultur mentawai. Motif tato lengan kiri dan kanan hingga jari disebut gai – gai, sedangkan motif pinggul pantat turun ke paha hingga lutut pada laki – laki disebut bouk. Dan motif dari betis hingga pergelangan kaki yang disebut saliou pada laki – laki dan perempuan.

loading…