//Sasi Kelapa, Tradisi Konservasi Secara Tradisional
Sasi Kelapa, Tradisi Konservasi Secara Tradisional

Sasi Kelapa, Tradisi Konservasi Secara Tradisional

Bagaimana sih masyarakat memahami tradisi Sasi Kelapa ? Jika berbicara masyarakat dan alam tidak terlepas dengan sudut pandang kosmologi dalam suatu daerah, salah satunya di Desa Ngilngof. Masyarakat Ngilngof sangat percaya dengan julukan “The Angle’s Village” karena tanah mereka dianggap diberkati Sang Pencipta.

Apa Sih Sasi Kelapa Itu ?

Sasi merupakan salah satu kearifan lokal masyarakat adat Kei yang diturunkan secara turun – temurun dari generasi ke generasi. Menurut masyarakat, sasi adalah “Larangan” yang bersifat melindungi sesuatu dalam waktu tertentu. Namun pada saatnya masyarakat adat Kei merasakan hasil jerih payahnya. Sasi Kelapa ini berhubungan pada sumberdaya alam di Darat.

Hubungan ini terlepas dengan kosmologi alam dan manusia. Dalam interpetasinya masyarakat Desa Ngilngof bahwa sasi kelapa merupakan salah satu bagian dari hukum adat “Larwul Ngabal” yang wajib dihormati, dijunjung dan dihormati.

Sasi Kelapa, Tradisi Konservasi Secara Tradisional

Kearifan Lokal, Bagaimana Sikap Masyarakat Adat Kei?

Jika berbicara defenisi, Kearifan lokal merupakan warisan nenek moyang kita dalam tata nilai kehidupan yang menyatu dalam bentuk religi, budaya, dan adat – istiadat. Jadi, masyarakat akan mendapatkan local knowledge ketika sudah bisa beradaptasi di daerahnya. Dalam melakukan adaptasi terhadap lingkungannya, kearifan yang berwujud pengetahuan dipadukan dengan norma adat dalam mengelola lingkungannya untuk kebutuhan hidupnya.

Alasan sasi kelapa dilaksanakan sejak jaman dahulu hingga sekarang, yaitu:

  “orang-orang tua jaman dahulu melihat bahwa pengambilan kelapa, maupun penebangan kelapa untuk keperluan rumah tangga maupun untuk dijual sangatlah tinggi. Orang-orang tua (leluhur) khawatir akan kondisi tersebut maka sasi kelapa dibuat untuk menjaga pertumbuhan kelapa agar tidak punah dan bisa dinikmati oleh generasi berikutnya, yang artinya menjaga kelestarian kelapa”.

Sasi Kelapa merupakan bentuk kearifan budaya masyarakat adat Kei yang sangat positif sehingga patut untuk dilestarikan secara berkelanjutan. Dan juga yang menerapkan nilai Tradisi “Konservasi secara tradisional”, karena alam dapat pulih kembali tanpa adanya aktifitas manusia dan terhindari dari pengrusakan. Jika sasi ini dilakukan dipenjuru Indonesia? akankah ada pembakaran hutan? bagaimana menurutmu, Men?

Penulis Vili.