/Jogja Selalu Punya Cerita

Jogja Selalu Punya Cerita

Sebelum sampai di Yogyakarta sebaiknya sebagai seorang wisatawan harus merencanakan se-detail mungkin apapun yang dibutuhkan. Terutama permasalahan mengenai tiket kereta dan juga masalah penginapan. Karena kedua hal tersebut merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan, jangan sampai karena kelalaian dan kecerobohan, dapat menyusahkan diri sendiri dan rombongan. Lebih baik mengunakan aplikasi list keuangan online atau bisa ditulis secara manual. Seperti berapa harga tiket kereta, tanggal berapa keberangkatannya, harus disiplin waktu dan mempersiapkan kebutuhan sebelum keberangkatan.

Harga tiket kereta dari Nganjuk-Yogyakarta untuk ekonomi tidak jauh dari eksekutif. Pilih akomodasi sesuai dengan keuangan yang dimiliki dan persiapkan tiket keberangkatan beserta tiket kepulangan. Jadwalkan sedetail mungkin agar meminimalisir keterlambatan waktu. Keberangkatan menggunakan Malioboro Ekspres menjadi pilihan dan Sancaka menjadi kereta kepulangan. Berangkat menggunakan kereta ekonomi, untuk meminimalisir pengeluaran dan dirasa saat berangkat kesehatan tubuh masih dalam kondisi prima. Jadi, tidak ada salahnya untuk menggunakan kereta kelas ekonomi. Saat kepulangan menggunakan eksekutif, karena mengantisipasi kesehatan tubuh dalam keadaan yang tidak prima karena kelelahan beberapa hari kurang istirahat untuk berwisata. Berikut adalah harga tiket dari Nganjuk-Yogyakarta :

  1. Malioboro Ekspres (Ekonomi)     : Rp. 130.000,-
  2. Sancaka (Eksekutif)                      : Rp. 180.000,-

Pemilihan kereta sebagai transportasi merupakan hal tepat, karena estimasi waktu yang cepat, dengan harga yang terjangkau. Disarankan booking kereta jauh hari, agar tidak kehabisan tiket dan dapat dengan leluasa untuk memilih posisi tempat duduk yang diinginkan. Hal tersebut berlaku sama dengan penginapan, sebagai masyarakat yang sudah melek akan teknologi sebaiknya menggunakan aplikasi booking secara online. Sehingga ketika sampai di kota Yogyakarta langsung memiliki arah tujuan untuk beristirahat sejenak, sebelum melanjutkan perjalanan selanjutnya.

Banyak yang mengatakan Yogyakarta itu kota istimewa, kota yang penuh akan kuliner enak dan murah, masyarakat lokal yang ramah dan berbagai macam wisata yang memanjakan siapapun yang akan singgah. Saat mengunjungi kota Yogya, awal yang dirasakan saat turun di stasiun Tugu Yogyakarta adalah nyaman. Nyaman dalam arti dengan pelayanan yang ramah dan tawaran jasa antar yang mudah, baik akses online maupun secara langsung setelah turun dari kereta. Udara Yogya menyeruak penuh dengan keasrian meskipun bercampur dengan kesesakan para wisatawan yang mendambakan kebahagiaan untuk berlibur. Terlebih dengan akses trotoar yang lebar dan dipenuhi akan fasilitas khusus disabilitas yang membuat siapapun akan leluasa untuk berjalan kaki.

Saat itu jasa antar online menjadi sebuah pilihan karena cepat dengan harga yang transparan. Sebagai seorang wisatawan yang awam akan pengetahuan jalan, sebaiknya lebih berhati-hati dalam memanfaaatkan jasa transportasi agar tidak dikecewakan. Karena banyak oknum yang memanfaatkan ketidaktahuan pendatang demi meraup berbagai macam keuntungan. Oleh sebab itu, sebagai wisatawan yang baru mengenal daerah yang dituju, sebaiknya lebih teliti dan berhati-hati. Berikut adalah harga hotel selama menginap 3 hari 2 malam dengan ukuran kasur king cukup untuk 3 orang, atau memilih ukuran adult 4 dengan fasilitas twin bed :

  1. Reddoorz Mantrijeron 2 (dekat Alun-alun kidul) : Rp. 342.000,-

Jadwal yang ditentukan setelah sholat magrib adalah Malioboro. Harga jasa layanan antar online Grab (mobil) adalah :

2. Mantrijeron 2-Malioboro : Rp. 12.000,-

            Saat sampai di Malioboro disambut dengan musik jalanan angklung dan tabuhan gendang. Musik ini menjadi ciri khas di Malioboro saat malam hari, pengunjung baik lokal dan luar negeri menikmati tabuhan dan tarian dari para seniman jalanan tersebut. Meskipun pada hari itu bukanlah hari libur, Malioboro tetap penuh sesak dengan berbagai macam penjual dengan segala rayuannya agar dagangannya dibeli.

Saat itu sebenarnya ingin membeli oleh-oleh namun mengingat masih terdapat 2 hari tersisa, oleh-oleh bakpia Pathok 25 tertunda terlebih dahulu, mengingat akan estiminasi waktu kadaluarsanya. Malioboro adalah jalanan yang menjadi salah satu objek favorit para wisatawan, sehingga tidak heran jika hari aktif kerjapun kawasan ini sangat ramai. Ditambah dengan berbagai macam pusat perbelanjaan yang berdiri disekitar jalan Malioboro.

Malioboro

Saat berada di ujung jalan Maliboro terdapat titik nol dari kawasan Yogyakarta, pemandangan yang disuguhkan berupa bangunan tua yang berdiri kokoh diseberang jalan. Terdapat kantor Pos dan kantor bank BNI. Delaman yang lalu lalang, penjual kopi dan rokok yang dengan ramah menawarkan, membuat suasana di Malioboro semakin malam semakin ramai. Syahdu terasa menambah romansa malam di kota Yogyakarta, tak terbantahkan apabila banayak orang yang memiliki kenangan manis di sekitaran jalan Malioboro ini.

Karena malam yang semakin larut membuat lelah semakin terasa dan memutusan untuk kembali beristirahat di hotel. Tak sampai bermain dan mengunjungi Alun-alun kidul karena malam semakin larut dan memutuskan untuk membei nasi goreng didepan hotel yang dijual oleh grobak keliling.

  1. Nasi Goreng Jawa : Rp. 13.000,-

Keesokan harinya motor rental online yang sudah booking sebelumnya tiba dan diantar ke hotel Mantrijeron 2. Terdapat banyak rental online dengan jasa antar di Yogyakarta, dilengkapi dengan fasilitas 2 helm dan 2 jas hujan ukuran dewasa. Sebagai jaminan penyedia jasa memberlakukan peraturan dengan meminta 3 kartu identitas seperti KTP, SIM dan juga Kartu Pelajar. Berikut adalah harga rental sepeda motor :

  1. Honda Beat                 : Rp. 60.000,- / 24 jam
  2. Honda Vario               : Rp. 75.000,- / 24 jam
  3. Scopy                          : Rp. 75.000,- / 24 jam
  4. Biaya jasa antar           : Rp. 5.000,- (Setiap sepeda motor)

Destinasi wisata yang disinggahi adalah Taman Sari, kebetulan karena letaknya hanya 1 Km dengan pengiapan. Sebelum berangkat ke Taman Sari, terdapat angkringan didekat hotel, dengan berbagai sajian lauk dan sayur yang beragam disediakan oleh penjual. Namun jangan kecewa karena mayoritas masakan di Yogya cita rasanya cenderung ke manis. Makanan boleh ambil sendiri sepuasnya. Ada sayur cecek, sayur sop, sayur lombok, cah kacang panjang. Lauknya ada sate bakso, tempe, tahu, telor ceplok dan dadar. Harga makanan di angkringan :

  1. Nasi+Sayur                 : Rp. 8.000,-
  2. Aneka Lauk Goreng   : Rp. 500,-
  3. Sate dan Telur             : Rp. 2.500,-
  4. Teh Hangat                 : Rp. 2.000,-

Karena waktu masih pagi Taman Sari masih sepi dan asri karena banyak pepohonan yang sengaja ditanam untuk membuat rindang. Untuk harga wisata Taman Sari :

  • Parkir Sepeda Motor   : Rp. 3.000,-
  • Tiket Masuk                : Rp. 5.000,-

Taman Sari jika di runtut dari sejarahnya merupakan taman kerajaan yang digunakan untuk mandi para permasuri. Tempatnya luas dan sejuk karena ditengah-tengah bangunan terdapat kolam yang luas. Meskipun bangunan yang sudah tua, tapi pengelola wisatawan sangat menjaga keaslian dan kebersihan, terlihat dari kolam yang sering dikuras, sehingga jernih dan dasar kolam sampai terlihat.

Masuk kedalam lagi, terdapat galeri seni berupa lukisan batik, luisan alam dan pahatan diatas kulit hewan. Memang daerah Taman Sari ini dikelilingi oleh pemukiman warga. Pemukiman warga dibuat semenarik mungkin agar memanjakan perjalanan wisatawan untuk menuju ke objek selanjutnya, terdapat beberapa ibu-ibu yang menawarkan jasa guide. Apabila tidak memerlukan tolaklah dengan nada sopan, jangan samapai membuat siapapun yang menawarkan jasa apapun kecewa dan berujung amarah, seperti kejadian didepan sebelum rombongan saya lewat.

Kekurangan di wisata Taman Sari tidak ada petunjuk untuk objek wisata selanjutnya, membuat banyak pengunjung yang tidak memakai jasa guide tersesat dan harus berputar untuk mendapatkan jalan yang benar. Selanjutnya terdapat sebuah benteng bawah tanah yang cantik dengan dihiasi berbagai macam tembok dan tangga yang masih berbekas tanah. Tempat ini menjadi salah satu objek foto favorit saat berkunjung di taman sari. Untuk memasuki Taman Sari hanya sekali pembelian karcis didepan, dan untuk objek selanjutnya tidak perlu membayar dan hanya perlu menunjukan bukti pembelian karcis sebelumnya.

Ditengah-tengah pemukiman banyak penduduk lokal yang memanfaatkan areanya dengan menjajakan berbagai macam makanan dan minuman. Memberikan fasilitas istirahat apabila para wisatawan lelah berjalan mengitari Taman Sari. Di kawan rumah penduduk juga banyak yang menjajakan pakaian dengan hiasan lukisan dan batik tulis. Setelah selesai dan menemukan jalan keluar, bagi pengunjung yang ingin membeli kue khas Yogyakarta milik artis bia Zazkia Adya Mecca terdapat outlet kue Mamakhe Yogya.

Tujuan wisata selanjutnya yakni hutan Mangunan, yang letaknya cukup jauh dari pusat kota Yogyakarta. Membutuhkan waktu sekitar 40 menit untuk sampai di tempat tujuan. Tujuan wisata kedua ini sangat mudah ditemui, karena pengelola sudah menyediakan petunjuk yang mudah ditemukan disepanjang jalan menuju objek wisata. Banyak mobil jeep yang lalu lalang karena medan semakin keatas semakin menanjak. Wisata Mangunan seperti lokasi hutan pinus seperti biasa, rindang pepohonan pinus dengan ditemani semilir angin yang menyejukan. Terdapat kursi tempat pengunjung beristirahat dan beberapa gazebo yang cukup untuk keluarga. Fasilitas di wisata ini cukup lengkap, seperi warung makanan yang beragam, tempat ibadah umat Islam dan tempat parkir yang cukup luas. Berikut adalah harga tiket masuk wisata Mangunan :

  1. Parkir Sepeda Motor         : Rp. 2.000,-
  2. Karcis Masuk                    : Rp. 2.500,-

Wisata ini menjadi salah satu objek wisata favorit keluarga, terlihat dari antusiasme pengunjung sebagian besar adalah keluarga. Tikar dan bekal makanan menjadi pemandangan yang biasa di wialayah hutan Mangunan ini. Terdapat berbagai spot foto yang menjadi favorit pengunjung di wisata ini. Salah satunya adalah duduk diatas kursi kayu yang telah disediakan. Apabila datang ke wisata ini, sebainya menggunakan alas kaki berupa sepatu, akrena pabila saat musim hujan jalanan disekitaran wisata ini becek dan sulit untuk dilewati apabila hanya menggunakan sendal. Setelah cukup lama beristirahat perjalanan dilanjutkan kembali ke objek wisata selanjutnya.

Wisata selanjutnya yakni candi Prambanan yang berada di ujung sebrang dari posisi kami sekarang. Maka tidak heran jika membutuhkan waktu yang cukup lama untuk sampai di lokasi tujuan. Cara gampang untuk samapai di lokasi ini yakni dengan mengikuti jalur bus antar provinsi. Sebelum samapai di tempat tujuan, menyempatkan diri mampir ke warung padang. Harga makanan padang :

  1. Nasi Sayur Rendang         : Rp. 25.000,-
  2. Es Jeruk                             : Rp. 5.000,-

Setelah sampai di Candi Prambanan, terdapat tiket parkir untuk sepeda motor dan biaya masuk ke kawasan Candi Prambanan. Harga tiket di Candi Prambanan :

  1. Parkir Sepeda Motor                                 : Rp. 3.000,-
  2. Tiket Masuk Candi Prambananan             : Rp. 40.000,-
  3. Tiket Prambanan-Borobudur                    : Rp. 70.000,-

Karena waktu sore dan menuju gelap, memutuskan hanya mengunjungi candi Prambanan saja. Kawasan candi Prambanan ini cukup luas dikeliingi oleh parkir kendaraan. Saat masuk disambut oleh pemeriksaan petugas pemeriksaan, tidak boleh membawa senjata tajan, namun diperbolehkan membawa makanan dan minuman. Terdapat fasilitas penyewaan mobil untuk berkeliling wilayah candi agar tidak capai. Candi Pambanan sangat terjaga kebersihannya, terlihat dari kebersihan toilet samapi diberi lilin aromaterapi agar aroma kamar mandi tetap terjaga kewangiannya.

Candi Prambanan sangat megah dan indah meskipun dilihat dari jarak kejauhan. Tumpukan rerruntuhan batuan yang tak lagi utuh, membuat keasilan dari bangunan Candi terlihat memiliki karisma dan keindahan history tersendiri. Pepohonan rindang yang tumbuh diatas rumput kehijauan, membuat kawasan Candi Prambanan sangat asri dan nyaman. Selain pemandangan yang menabjubkan, berbagai sistem keamanan sangat ketat namun ramah. Membuat pengunjung baik dalam dan luar negeri merasa nyaman saat berkunjung ke objek wisata sejarah ini. Banyak pengunjung yang perduli satu sama lain, baik bertukar ilmu maupun hanya bertegur sapa. Ada ibu-ibu dari Jakarta memberikan petuah, agar generasi muda beruntung dapat menikmati peninggalan semewah ini, dipelajari agar bangga menjadi penerus bangsa yang memiliki kekayaan yang luar biasa ini.

Wisata di Candi Prambanan ini ditutup dengan lorong yang cukup panjang dengan berbagai pedagang pakaian dan aksesoris. Karena hari sudah mulai gelap perjalanan dilanjutkan kearah Tebing Breksi yang semakin malam semakin bagus menurut penuturan wisatawan yang ditemu di Candi Prambanan tadi. Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk sampai ke Tebing Breksi, karena lokasinya masih dalam satu kawasan wisata Candi Prambanan. Melewati pasar Prambanan lurus sampai mendapatkan petunjuk arah disepanjang jalan menuju ke lokasi,

            Tebing Breksi dulunya merupakan tempat peninggalan tambang yang tidak terpakai dan terbengkalai, namun melalui tangan-tangan kreatif, tebing tersebut dilukis ukiran yang indah. Ada lukisan wayang dan juga lukisan naga. Saar tiba di lokasi, tempat ini sudah tidak seperti tempat yang terbengkalai, justru terlihat mewah dengan bantuan sorot lampu yang indah menembus malam untuk menunjukan karya ukiran di setiap sisi tebing. Terdapat kolam ikan yang mempercantik wisata Tebing Breksi ini. Fasilitas untuk beristirahat dan melakukan ibadah juga disediakan oleh pengelola objek wisata. Saat berada di ketinggian, pemandnagan yang luarbiasa indah daat kita lihat diatas tebing. Landasan bandara dan seisi kota Yogyakarta dapat terlihat jelas dari ketinggian ini. Lampu ditengah kota seakan terlihat seperti bintang yang bertaburan saat malam hari. Untuk harga masuk kawasan ini adalah :

  1. Parkir Sepeda Motor   : Rp. 2.000,-
  2. Karcis Masuk              : Rp. 12.000,- 

Karena waktu sudah malam, wistaa selanjutnya akan dilanjutkan keesokan harinya. Pagi hari sebelum jadwal kepulangan, menyempatkan diri untuk membeli oleh-oleh dikawasan Malioboro, namun sebelum ke Malioboro sejenak mampir ke Keraton Kesultanan Yogyakarta. Saat sampai di lokasi tujuan akan disambut oleh pedangan yang menawarkan beragam aksesoris. Untuk biaya masuk Keraton :

  1. Tiket Masuk    : Rp. 5.000,-
  2. Tiket Foto       : Rp. 2.000,-

Keraton ini sangat indah, dengan berbagai patung prajurit dan seisi istana, dapat memudahkan pengunjung dalam mengimajinasikan kehidupan kerajaan Yogyakarta itu seperti apa. Mulai dar patung lilin samapai kendaraan Sri Sultan dipamerkan di Keraton ini. Saat masuk kebagian dalam pengunjung akan disambut oleh kedua patung Keraton diatas pendopo. Patung ini bisa diartikan sebagai sosok penjaga atau sebagai ungkapan selamat datang.

Didalam Keraton banyak foto yang menjukan sejarah dari zaman dahulu samapi sekarang. Namun sangat disayangkan, akan bau menyengat dari kotoran kelelawar yang tidak dibersihkan secara berkala. Objek wisata selanjutnya yakni Malioboro, disarankan apabila ingin menikmati kesyahduan kota Yogyakarta neik becak, meskipun jarak Keraton dan Mlaiboro sanagat dekat. Oleh bapak tukang becak kia akan dilewatkan jalan berliku dan masuk gang agar berada diatas becak cukup lama. Harga jasa anatr becak :

  1. Becak Motor   : Rp. 25.000,-

Sesampainya di Malioboro coba di list apa saja oleh-oleh yang dibeli, janagan samapi gelap mata yang justru akan menghabiskan uang saku. Sekedar saran apabila ingin membeli oleh-oleh sebaiknya seperti baju masuk saja ke pasar Brigharjo, selain harganya lebih terjangkau pilihannya juga banya. Terlebih tidak panas karena lokasinya didalam bangunan. Setelah itu apabila ingin membeli oleh-oleh makanan, sebaiknya cari tempat asli pembuatannya. Memang harganya lebih mahal, namun keamanan dan rasanya pasti terjamin. Pilihan oleh-oleh yakni bakpia Phatok 25. Lokasinya tidak terlalu jauh dari jalan Malioboro. Hanya 600 M, membutuhkan waktu 10 menit apabila berjalan kaki. Macam-macam harga oleh-oleh :

  1. Bakpia Original           : Rp. 35.000,-
  2. Bakpia Keju                : Rp. 40.000,-
  3. Bakpia Coklat             : Rp. 40.000,-
  4. Selondok                     : Rp. 12.000,-
  5. Manisan Mangga        : Rp. 18.000,-
  6. Keripik Paru                : Rp. 55.000,-

Masih banyak jajan yang ditawarkan. Setelah selesai berbelanja sebaiknya langung kembali kepenginapan untuk packing dan usahakan 1 jam sebelum jadwal keberangkatan kereta harus stay di stasium. Agar tidak ketinggalan kereta dan ada waktu untuk mencetak tiket kereta. Semoga dengan pengalaman yang penulis dapatkan dapat menjadi referensi pembaca saat akan mengunjungi Yogyakarta. Selamat liburan dan jangan lupa menabung.

Penulis : Dewi Cahayaning Arum