//Kota Buleleng Bali, Sejarah Dan Senja
Kota Buleleng, Sejarah Dan Senja

Kota Buleleng Bali, Sejarah Dan Senja

Senja selalu hadir jika ia ingin menunjukkannya, dan sejarah selalu ada jika ada yang membuktikannya.

Bali adalah Surganya Pelancong Dunia, ada bahasa, adat, norma, wisata, spiritual dan lainnya yang berada di Indonesia Bagian Timur. Ada sebutan yang unik bagi pulai bagi yaitu Pulau Dewata, Pulau Seribu Pura dan Bali Dwipa, sebagai penggambaran kosmos masyarakat hindu di Bali, Indonesia. Sebagai tempat yang menjadi destinasi wisatawan internasional dan domestik, tentu bali menyimpan sejarah yang menarik untuk dipelajari apalagi di daerah Buleleng.

Kota Buleleng, Sejarah Dan Senja

Secara historis, Buleleng memiliki sebuah kerajaan yang dipimpim oleh I Gusti Anglurah Panji Sakti dari Wangsa Kepakisan denga cara menyatukan seluruh wilayah Bali Utara yang sebelum dikenal dengan nama Den Bukit. Dalam kepemimpinannya, Ngurah Panji secara adil dan bijaksana dengan cara memberikan pengertian, pengayoman dan kemakmuran pada rakyat Den Bukit. Setelah usahanya berhasil Ngurah Panji membentuk laskar perang dengan sebutan “Taruna Goak”. Dan menariknya di pelabuhan Buleleng terdapat monumen yang menggambarkan perjuangan rakyat Bali.

Monumen Yuda Mandala Tama berdiri sejak tahun 1987 pada era kepimpinannya Bupati Nyoman Tastera. Secara makna, Yuda Mandala Tama adalah Tempat perang yang utama, karena dulu perang berada disini. Tugu ini menggambarkan kisah heroik, yang mana perjuangan rakyat Buleleng saat menurukan bendera Belanda, dengan mengganti bendera Merah Putih. Kejadian itu mengakibatkan gugurnya seorang pemuda pejuang bernama Ketut Merta dari liligundi, Singaraja. Maka dari itu, monumen ini berdiri untuk mengenang perjuangan rakyat Buleleng saat melawan NICA serta pertanda bahwa disanalah Sang Saka Merah Putih berkibar untuk pertama kalinya.

Buleleng Kota Pendidikan

Secara historis, Tahun 1980 didirikan Fakultas Keguruan (FKG) yang merupakan salah satu bagian fakultas dari Universitas Udayana. Di Kota ini pernah menjadi Pusat Pemerintahan Bali, dan jauh sebelum Indonesia Merdeka sudah terdapat sekolah – sekolah sebagai bentuk modernisasi pemikiran masyarakat Bali. Untuk pertama kalinya lahir buletin yang digagas oleh rakyat Buleleng yaitu Buletin Bali Adyana dan Surya Kanta terarsip dimuseum Buleleng.

Apalagi ketika ingin memasuki kota akan disambut dengan tulisan “Selamat Datang di Kota Singaraja Kota Pendidikan”. Sebenarnya kenapa kota ini disebut kota pendidikan ini masih simpang siur? mungkin Pemerintah membranding kota ini agar mudah dikenal oleh banyak. Nyatanya, Buleleng sendiri perna mengukir banyak prestasi di kalangan nasional dan internasional diberbagai bidang, slah satunya dunia pendidikan. Decentralized Basic Education Project Tahun 2006 dengan predikat “Karya Madya”.

Ketika saya berada disana beberapa bulan untuk menjalani profesi guru, kota ini sangat tenang dan sangat nyaman sebagai tempat belajar untuk saya. Sebagai Kota Pendidikan sepertinya sangat cocok karena melahirkan tokoh yang mampu berpengaruh di Bali dan Nasional.

Senja di Pelabuhan Buleleng

Kota Buleleng, Sejarah Dan Senja

Satu hal yang tak bisa tenggelam bersama kedatangan Senja, yaitu rasa. Rasa rindu yang membuatku ingin kembali kesana. Ya, Buleleng juga sebagai kota wisata yang tidak kalah jauh indah dengan Kota Denpasar khususnya. Pantai Eks berjarak 2,5 km arah utara ke dari kota Singaraja. tempat ini merupakan bekas pelabuhan buleleng. Jika disebelah timur Eks Pelabuhan Buleleng dimana terdapat jembatan yang menghubungkan antara Buleleng timur dan Kota Singaraja.

Saat ini, Pelabuhan Buleleng ditata rapi dengan menambahkan beberapa taman yang berisikan sekumpulan tanaman hias serta pengecatan ulang bangunan tua peninggalan belanda. Kayu – kayu tua bekas dermaga tersebut dijadikan sebagai area food dengan nuansa restoran terapung.

Kini, Eks Pelabuhan Buleleng dijadikan sebagai objek wisata sejarah dengan mengandalkan kondisi pantai yang mampu menarik minat wisatawan untuk berkunjung. Disini wisatawan dapat menikmati panorama yang indah, terutama menikmati keindahan saat matahari terbenam. cocok untuk jalan – jalan sore dan nongkrong.

Senja dan sejarahpun memiliki kenangan tersendiri, jadi perlu untuk diabadikan dalam momen kehidupan. Karena kehidupan tak selalu berjalan cemerlang dan bersinar, sekali – kali tengoklah sejarah itu agar kamu memahami dan mempelajarinya untuk masa depan cucu atau pemuda INDONESIA.