//Protokol Baru Mendaki Gunung Semeru
Protokol Baru Mendaki Gunung Semeru

Protokol Baru Mendaki Gunung Semeru

Jika berbicara akhir tahun pasti sudah merencanakan liburan karena bulan penuh dengan tanggal merah, dan tentu Gunung Semeru menjadi tujuannya. Jika melihat kuota Bulan Desember TNBTS sudah penuh sejak awal – akhir bulan, sungguh menakjubkan. Tapi, ada Protokol baru yang diberlakukan oleh Taman Nasional Bromo Tengger Semeru untuk para pendaki yakni hanya diperbolehkan selama 2 hari 1 malam saja serta kuota yang sangat terbatas perharinya.

Dengan kondisi seperti itu, jadi pendaki harus memperhatikan kekuatan, mental, dan kondisi yang sangat prima baik itu individu maupun kelompok, karena mendaki Gunung Semeru tidak soal waktu tapi keadaan diri sendiri yang menjadi perhitungannya. Sampai di Ranu Kumbolo sudah cukup kok, pikiran sudah jauh dari corona. hehe

Protokol Kesehatan Mendaki Gunung Semeru

Ketika wabah covid masih menjadi perbincangan yang hangat, maka pihak Taman Nasional Bromo Tengger Semeru mewajibkan pendaki mematuhi prokes. Seperti, membawa handsanitizer dan menggunakan masker serta jaga jarak dengan pendaki lainnya (menghindari kerumunan). Masa pandemi ini masyarakat masih berhati – hati, ada yang cuek ada yang takut jadi alangkah baiknya untuk mematuhi protokol yang berlaku.

Pola Hidup Sehat Para Pendaki

Dalam mendaki tentu membutuhkan logistik yang cukup apalagi dengan prokes yang berlaku, maka harus pintar – pintar untuk mengelola secara tepat. Seperti halnya membawa makanan ringan, terutama mie instan Indomie, seleranya biar makin mantap haha. Tapi disarankan untuk kebaikan tubuh anda, karena mendaki bukan hal bisa disepelehkan. Makanan sehat yang terdiri dari karbohidrat, lemak, serta serat yang cukup untuk membantu daya tahan tubuh ketika mendaki gunung. Sebenarnya itu sesuai dengan selera, tetapi ada rekomendasi makanan sehat saat mendaki yakni Roti Tawar, Ikan Sarden, Kacang, Abon, Sosis, Tahu Tempe, Buah, dan sayuran yang mudah di masak. Dan yang paling penting yaitu Madu karena itu sangat membantu agar tidak mudah haus. Jika malas membawa, di Pos pendakian mulai Ranu Pani sampai Pos Jambangan banyak orang yang berjualan, semongko.